14% YANG MENENTUKAN

Rasio jumlah entrepreneur atau pengusaha di Indonesia saat ini baru sekitar 2 sampai 3 persen dari total penduduk. Idealnya, menurut pemerintah dan APINDO, adalah 14 persen agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Di kesempatan berbeda disampaikan, syarat untuk menjadi negara maju ialah jumlah entrepreneur harus 14 persen atau lebih. Jelas, perlu diadakan percepatan dan kemudahan, agar pelaku bisnis di Tanah Air bisa meningkat kuantitas dan kualitasnya.

Menurut Global Entrepreneurship Index 2018, empat negara dengan posisi teratas adalah Amerika (US), Swiss, Kanada, dan Inggris (UK). Indonesia? Di posisi 94, bahkan masih kalah dengan Rwanda dan Ghana.

Bagaimana dengan tahun 2019? Lima teratas adalah US, Swiss, Kanada, Denmark, dan UK. Indonesia? Alhamdulillah membaik, di posisi 75, walaupun masih kalah dengan Vietnam dan Maroko. Suka atau tidak, itulah kenyataannya.

Tahun 2020? Berbeda dengan pesimisme yang ditunjukkan oleh mayoritas ekonom, saya justru menduga akan terjadi ledakan entrepreneurship di Indonesia pada tahun ini. Gelombang PHK memang menghempas sebagian orang jadi pengangguran. Tapi sebagian lagi insya Allah jadi entrepreneur.

Saran saya, “Sebisanya jangan lagi jadi job seeker, tapi jadilah job creator.” Bukan lagi mencari lapangan kerja, tapi membuka lapangan kerja. Saat ini, itulah yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan. Serius!

“Nggak punya modal!” itu alasan klasik mereka. Padahal mungkin tidak sampai seperti itu juga. Maaf, untuk jualan pakai gerobak di pinggir jalan saja, modalnya bisa Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Orang-orang pada bisa kok.

Apa iya uang Rp 1 juta Anda benar-benar nggak punya? Hati-hati kalau bicara, jadi doa tuh. Saran saya, berhentilah beralasan.

Yang saya yakini, saat Anda jadi entrepreneur atau pengusaha, maka Anda jadi solusi bagi diri Anda, keluarga Anda, juga bangsa Anda.

Pada akhirnya, jadilah entrepreneur!

SEPUTAR KOMUNITAS

Komunitas BP adalah salah satu komunitas bisnis yang hadir di Indonesia sejak akhir Desember 2016. Founder komunitas ini adalah seorang cendekia muda muslim, IPPHO DEWATA SANTOSA, yang dikenal sebagai seorang motivator.

Ippho Santosa terkenal sebagai penulis buku mega best seller “7 Keajaiban Rezeki” dan “Motivator 5 Benua” karena telah sering diundang untuk mengisi seminar motivasi di negara-negara yang ada di 5 (lima) benua.

Bisnis yang digeluti oleh Ippho Santosa terutama adalah di bidang pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, Ippho Santosa dikenal sebagai “Pendiri PG, TK, hingga SD Khalifah” yang mulai tersebar di beberapa wilayah di nusantara. Selain itu, beliau juga mendirikan “Kampus Bisnis Umar Usman”.

Dibidang kesehatan, Ippho Santosa dikenal sebagai founder dari British Propolis dan Belgie Pro.